• Meta

  • Arsip

  • Agustus 2026
    M S S R K J S
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

Janes Sinaga, S.Th, M. Fil, D. Min, D. Th, Ph.D

Janes Sinaga, dilahirkan pada tanggal 29 Maret 1983 di L. Pakam, Sumatera Utara. Merupakan anak tertua dari Keluarga A. Sinaga (Alm) dan Ny. R. Silalahi. Saat ini melayani sebagai seorang gembala jemaat di GMAHK Tidar Sampit & Cabang Sekolah Sabat Pundu, Kotawaringin Timur.

PENGALAMAN PELAYANAN

1. Penginjil Sukarela di New Field Desa Srimahi – Konferens DKI Jakarta: Agustus 2004 – Juni 2005.

2. Penginjil Sukarela di cabang SS Mekarsari – Konferens DKI Jakarta: Juli 2005 – Januari 2007.

3. Penginjil Sukarela di Perkumpulan Baru Bukit Permai – Konferens DKI Jakarta: Februari 2007 – Oktober 2007.

4. Penginjil Sukarela di Jemaat Tamansari – Konferens DKI Jakarta: Oktober 2007 – Januari 2010.

5. Gembala (Internship) di Jemat Tanjung Redep Berau – DKKT: Februari 2010 – Januari 2011.

6. Gembala di Jemaat Sola Scriptura Malinau – DKKT: Januari 2011 – Desember 2013.

7. Gembala di Jemaat Bukit Moria Balikpapan – DKKT: Januari 2014 – Desember 2016.

8. Gembala di Jemaat Banjarmasin – DKKT: Januari 2017 – Desember 2021.

9. Gembala Di Jemaat Sampit dan Pundu – DKKT: Januari 2022 – Sekarang.

PELAYANAN DAN PENGALAMAN LAIN-NYA

Ketua Distrik Banjarmasin – DKKT: Januari 2017 – Desember 2021.

Guru Pendidikan Agama Kristen di YPA Banjarmasin: Januari 2017 – Desember 2021.

Ketua Yayasan Pendidikan Advent Banjarmasin: Januari 2017- Desember 2021.

Ketua Distrik Palangkaraya: Januari 2023 – Sekarang

Penulis Buku dan berbagai Jurnal Ilmiah Terindeks Google Scholar dan Akreditasi SINTA Sejak 2021- Sekarang

ID Sinta: 6816785

Google Scholar

Orchid

Web of Science ResearcherID

Youtube

Facebook

Buku

  1. PERAN GEMBALA DALAM MENINGKATKAN KETERLIBATAN ANGGOTA JEMAAT DALAM PELAYANAN, PENGINJILAN DAN PEMURIDAN SERTA SIGNIFIKANSINYA TERHADAP PERTUMBUHAN GEREJA
  2. PEDOMAN KEHIDUPAN KRISTEN DALAM KITAB PERJANJIAN BARU
  3. BUKU ANTOLOGI TEOLOGI KONTEMPORER
  4. KISAH INSPIRATIF PELAYANAN DI PULAU BORNEO
  5. KURIKULUM MERDEKA, PLATFORM MERDEKA MENGAJAR DAN STRATEGI IMPLEMENTASINYA

Jurnal Ilmiah

  1. Pentingnya Keterlibatan Anggota Jemaat Sebagai Seorang Kristen Dalam Penginjilan Terhadap Pertumbuhan Gereja https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jtk/article/view/194
  2. Kekuatan Alisiansi Sebagai Dasar Ekskalasi Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:46-47  https://journal.sttjaffrayjakarta.ac.id/index.php/JI/article/view/75
  3. Karakter Kepemimpinan Musa Inspirasi Setiap Pemimpin https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/137
  4. Peran Fundamental Gembala Bagi Guru Saat Pandemik Dalam Pembelajaran Online Berbasis Karakter: Tantangan dan Sistem Pendukung https://ejurnal.sttkadesiyogyakarta.ac.id/index.php/jupak/article/view/61
  5. Fungsi Guru Pendidikan Agama Kristen Dalam Pembentukan Karakter Anak Di Sekolah Kristen http://sttsabdaagung.ac.id/e-journal/index.php/sesawi/article/view/65/84
  6. Peran Orangtua Dalam Mendidik Anak-Anak Melalui Pekerjaan Rumah Tangga https://ejournal.sttkb.ac.id/index.php/kadesibogor/article/view/24
  7. PANDANGAN GEREJA ADVENT DALAM PENGGUNAAN ALAT MUSIK DRUM BERDASARKAN ALKITAB DAN TULISAN ROH NUBUAT http://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/daat/article/view/705
  8. Pertobatan Yakub: Si Penipu Menjadi Israel https://journal.formosapublisher.org/index.php/jsih/article/view/450
  9. MAGIC HEALING WATER WITH SIMPLE AND CHEAP METHODS https://ijisrt.com/magic-healing-water-with-simple-and-cheap-methods
  10. Tinjauan Terhadap Perayaan Natal Berdasarkan Lukas 2:8 Menurut Alkitab dan Roh Nubuat https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jtk/article/view/290
  11. Analisis Ulangan 19:1-3 “Kota-kota perlindungan” https://journal.sttia.ac.id/skenoo/article/view/24
  12. Implementasi Pendidikan Agama Kristen Kepada Anak Melalui Bercerita Berdasarkan Ulangan 6:7 https://sttsabdaagung.ac.id/e-journal/index.php/sesawi/article/view/76
  13. Pemahaman Konsep Keterlibatan Anggota Jemaat Dalam Pelayanan dan Penginjilan Terhadap Pertumbuhan Gereja. https://journal.sttsimpson.ac.id/index.php/JTKI/article/view/450
  14. BUKTI PENYERTAAN TUHAN MELALUI PERJALANAN BANGSA ISRAEL MENYEBERANGI LAUT TEBERAU BERDASARKAN KELUARAN 13:17 – 14:1-31 http://ejournal.ust.ac.id/index.php/LOGOS/article/view/1985
  15. Perceraian dan Pernikahan Kembali Berdasarkan Markus 10:1-11 https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijcet/article/view/1085
  16. Gereja Bintang Lima Dalam Pelayanan Extravaganza http://jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/Kerusso/article/view/231
  17. Kajian Peran Penting Pendidikan Sekolah Advent Dalam Mengembangkan Tabiat Dan Karakter Melalui Praktik Pembelajaran Di Sekolah Sebagai Wujud Prestasi Yang Dicapai https://ejournal.indrainstitute.id/index.php/jec/article/view/281
  18. Implementasi Amanat Agung dalam Penginjilan Dan Pemuridan terhadap Pertumbuhan Gereja Berdasarkan Matius 28:18-20 https://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/tumoutou/article/view/1049
  19. Raising Responsible children:Forms of Parental Concern in Providing Charakter Education https://journal.formosapublisher.org/index.php/modern/article/view/2745
  20. Inspirative Story Through the Characteristics of Ester’s Life: from an Outstanding to Queen https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijis/article/view/2976
  21. Silsilah Yesus Kristus, Anak daud, Anak Abraham Berdasarkan Matius 1:1 Dari sudut pandang Biblical dan Historical https://ejournal-iakn-manado.ac.id/index.php/daat/article/view/1043
  22. Test of Faith when Experienced Temptation Based on James 1:2-3 https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijsmr/article/view/3200
  23. Pengaruh Pikiran terhadap Kesehatan Mental, Tubuh, dan Kerohanian https://journal.formosapublisher.org/index.php/mental/article/view/3662
  24. Impian Keluarga Bahagia: Memilih Pasangan Hidup yang Seimbang Menurut Kristen https://journal.formosapublisher.org/index.php/mental/article/view/3128
  25. Psikologi Pendidikan Kristen dan Perkembangannya https://journal.formosapublisher.org/index.php/mental/article/view/3664
  26. The Development of Online Program During Pandemic in Menteng Seventh Day Adventist Church Jakarta https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jan/article/view/212
  27. Kepemimpinan Harun Pada Zaman Bangsa Israel https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajpr/article/view/431
  28. Set: Dasar, Memanggil Nama Tuhan http://fusion.rifainstitute.com/index.php/fusion/article/view/191
  29. Pembinaan Warga Gereja Yang Kecanduan Narkoba Berdasarkan Matius 18: 12 – 14 Suatu Studi Fenomenologi https://jurnal.i3batu.ac.id/me/article/view/156
  30. Diferensiasi Hermeneutika Dalam Upaya Preventif Membaca Alkitab Satu Jam Sehari Di Era “New Normal” Pasca Pandemi Corona Virus Disease-19 https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/158
  31. Metode Penggembalaan Melalui Pendekatan Lintas Budaya https://sttkalvari.ac.id/ojs/index.php/eleos/article/view/24
  32. Makna Sesamaku  Manusia berdasarkan Lukas 10:25-37 https://e-journal.stteriksontritt.ac.id/index.php/logon/article/view/87
  33. Pandangan Denominasi Kristen Mayoritas Terhadap Ellen Gould White https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijcet/article/view/1067/878
  34. Analisis Tujuh Jemaat Dalam Kitab Wahyu 2-3 https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijcet/article/view/1019
  35. GEREJA SEBAGAI UMAT SISA PADA INTERPRETASI WAHYU 12:17  DAN PENERAPAN MISINYA:  https://journal.sttbetheltheway.ac.id/index.php/teologi-dan-kependidikan/article/view/99/44
  36. KISAH NUH DAN TERJADINYA AIR BAH DI BUMI:TINDAKAN KASIH KARUNIA ALLAH BERDASARKAN KEJADIAN 6-9 https://journals.sttab.ac.id/index.php/man_raf/article/view/269/172
  37. PELAYANAN PENGGEMBALAAN KEPADA ANGGOTA JEMAAT YANG KEHILANGAN MATA PENCAHARIAN KARENA PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK) https://sttiijakarta.ac.id/e-journal/index.php/temisien/article/view/83
  38. Jesus Ministry In The Heavenly Sanctuary https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijcet/article/view/1976/1829
  39. Service to the Poor as a From of Service to Jesus based on Matthew 25:41-45 https://jurnal.moriah.ac.id/index.php/rerum/article/view/96/57 
  40. Penginjilan dan Pertumbuhan Gereja di Provinsi Yogyakarta https://ejournal.sttdp.ac.id/aluciodei/article/view/90/73
  41. Keimanan Abraham Berdasarkan Ibrani 11 https://sophia.iakn-toraja.ac.id/index.php/ojsdatasophia/article/view/97/40
  42. Sinergitas Budaya Mangokal Holi dan Taurat sebagai Upaya Inkulturasi https://journaltiranus.ac.id/ojs/index.php/pengarah/article/view/118
  43. Membangun Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Pendidikan, Kesehatan, Dan Pengembangan UMKM Pada Masa Pandemi https://wnj.westscience-press.com/index.php/jpws/article/view/233
  44. Meningkatkan pertumbuhan Rohani melalui penerapan program pemeliharaan anggota jemaat: sebuah kajian di Lingkungan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh  http://www.e-journal.stajember.ac.id/index.php/kharismata/article/view/200
  45. Pandangan Gereja Advent Terhadap Rekreasi Dari Sudut Pandang Lukas 21: 34 Dan Tulisan Roh Nubuat https://www.e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jan/article/view/388
  46. Recognition Of Sins, The Way Of Forgiveness And Purification Through Jesus Christ Based On 1 John 1: 9 https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijsmr/article/view/3205
  47. Efektivitas Model Pembelajaran Role Playing Dalam Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Pada Kurikulum Merdeka https://jonedu.org/index.php/joe/article/view/2934
  48. Perjanjian Allah Kepada Abraham : Landasan Perjanjian Kekal Bagi Umat-Nya Sepanjang Zaman https://jurnal.sttarastamarngabang.ac.id/index.php/sinarkasih/article/view/85
  49. Hubungan antara Tingkat Kebutuhan untuk Mendominasi dengan Kecenderungan Bullying pada Siswa di Lingkungan Sekolah: Analisis Faktor-faktor Psikologis dan Lingkungan Sekolah https://wnj.westscience-press.com/index.php/jpkws/article/view/428

Reviewer

  1. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari (JPMB) https://journal.formosapublisher.org/index.php/jpmb
  2. East Asian Journal of Multidisciplinary Research (EAJMR) https://journal.formosapublisher.org/index.php/eajmr
  3. Journal of Educational Analytics (JEDA) https://journal.formosapublisher.org/index.php/jeda
  4. Jurnal Ilmiah Pendidikan Holistik (JIPH) https://journal.formosapublisher.org/index.php/jiph
  5. Indonesian Journal of Christian Education and Theology (IJCET) https://journal.formosapublisher.org/index.php/ijcet
  6. Formosa Journal of Multidisciplinary Research (FJMR) https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjmr
  7. Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajpr
  8. Journal of Social Interactions and Humanities (JSIH) https://journal.formosapublisher.org/index.php/jsih
  9. Asian Journal of Community Services (AJCS) https://journal.formosapublisher.org/index.php/ajcs
  10. Jurnal Multidisiplin Madani (MUDIMA) https://journal.formosapublisher.org/index.php/mudima
  11. Jurnal Pengabdian Masyarakathttps://jurnalpengabdianmasyarakat.com
  12. Jurnal Putra publisher JIPSIhttp://www.putrapublisher.org
  13. Jurnal RERUMhttps://jurnal.moriah.ac.id
  14. Jurnal   EDUSAINTEK EDUSAINTEK: Jurnal Pendidikan, Sains dan Teknologi (journalstkippgrisitubondo.ac.id)
  15. Journal of Community Empowerment and Innovation (JOIN) Journal of Community Empowerment and Innovation (journalstkippgrisitubondo.ac.id)
  16. Jurnal KerussoJurnal Teologi & Pelayanan Kerusso (sttii-surabaya.ac.id)
  17. Jurnal PARIKESITPARIKESIT : Jurnal Psikologi dan Konseling (kalimasadagroup.com)
  18. GARUDA: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan dan Filsafathttps://journal.widyakarya.ac.id/index.php/garuda-widyakarya/index

Pentingnya Keterlibatan Anggota Jemaat Sebagai Seorang Kristen Dalam Penginjilan Terhadap Pertumbuhan Gereja

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah memaparkan pemahaman pentingnya keterlibatan anggota jemaat sebagai seorang Kristen yang telah percaya dan diselamatkan oleh Yesus Kristus sebagai bentuk tanggungjawab menjalankan perintah Tuhan Yesus dan menyambut panggilan yang paling agung yang pernah diberikan Allah kepada manusia. Melalui keterlibatan semua anggota jemaat maka gereja akan bertumbuh secara kerohanian maupun keanggotaan. Sekiranya setiap orang Kristen memahami panggilannya sebagai orang percaya untuk terlibat dalam penginjilan maka tidak akan ada yang menolak terlibat dalam pelayanan penginjilan ini. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data dari daftar Pustaka buku-buku dan jurnal. Melalui pemaparan tulisan ini kiranya setiap orang Kristen termotivasi terlibat dalam penginjilan karna penginjilan adalah tujuan utama Gereja ada.

Naskah lengkap klik link di bawah

https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jtk/article/view/194/129https://e-journal.sttberitahidup.ac.id/index.php/jtk/article/view/194

KARENA KASIH KARUNIA KAMU DISELAMATKAN

➡ 📚(Titus 1:16)Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.

Kesulitan untuk berubah
↘Orang Kristen frustrasi karena mengalami kesulitan untuk berubah.
↘Mereka percaya bahwa di dalam Yesus adalah ciptaan baru dan menjadi pribadi baru, nyatanya mereka tetap terpenjara dengan kehidupan lamanya.
↘Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk.

Mereka melakukan apa yang tidak pantas
📖Roma 1:28-29
✍Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas:
✍penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.

Kita diselamatkan karena kasih karunia yang dahulu kita semua juga terhitung di antara mereka yang harus dimurkai tetapi Dia telah menghidupkannya bersama-sama dengan Kristus
📖Efesus 2:3-5
✍Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang harus dimurkai, sama seperti mereka yang lain.
✍Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita,
✍telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan.

Kita diselamatkan karena kasih karunia supaya kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus serta kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan
📖Roma 12:1-2,21
✍Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.
✍Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
✍Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

Tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik
▶Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik, karena Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas.
▶Dahulu kita semua juga terhitung di antara mereka menuruti kehendak daging dan pikiran kita yang jahat, tapi oleh karena kasih-Nya yang besar yang dilimpahkan-Nya, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus.
▶Supaya kita mempersembahkan tubuh sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadah kita yang sejati, janganlah kita kalah terhadap kejahatan.
▶Di dalam Dia kita juga turut menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Karena kasih karunia kita diselamatkan oleh iman bukan karena usaha kita tetapi pemberian Allah karena kita diciptakan dalam Kristus Yesus supaya menjadi tempat kediaman-Nya di dalam Roh
📖Efesus 2:8-10,22
✍Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
✍itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.
✍Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.
✍Di dalam Dia kamu juga turut menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Karena kasih karunia kamu diselamatkan supaya hidup dengan tidak menjadi sombong lagi
✅Tidak ada dosa yang lebih menjijikkan atau berbahaya terhadap jiwa manusia dihadapan Tuhan selain dosa kesombongan dan merasa diri cukup baik. Dari semua dosa inilah dosa yang paling tak berpengharapan dan paling sukar untuk disembuhkan.
(Christ Object Lesson, p.154)

Di dalam Dia kita juga turut menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. Dahulu kita semua juga terhitung di antara mereka menuruti kehendak daging dan pikiran kita yang jahat, tapi oleh karena kasih-Nya yang besar yang dilimpahkan-Nya, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus.
Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk,
(Roma 1:28a)
Karena kasih karunia kamu diselamatkan. Kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

SERANGAN IBLIS TERHADAP HARI SABAT

JUMAT, 26 juni, 2020

Salam SIGAP dan Shalom….

SERANGAN IBLIS TERHADAP HARI SABAT

“Ia … berusaha untuk mengubah waktu dan hukum. “ Daniel 7: 25.

Tulisan Pena Inspirasi menjelaskan maksud judul renungan pagi ini “ SERANGAN IBLIS TERHADAP HARI SABAT “ bagi setiap orang percaya yang memelihara Hukum Allah, adalah sbb :

  1. Tidak ada seorangpun yang setia berbakti kepada Allah pada hari Sabat yang tidak mendapat serangan orang-orang yang jahat dan malaikat-malaikat jahat

Tiada seorang pun dapat berbakti kepada Allah tanpa menghadapi serangan persekutuan orang-orang yang jahat dan malaikat-malaikat jahat . Roh-roh yang jahat akan mengikuti jejak setiap jiwa yang berusaha mangsanya yang sudah dilepaskan daripada genggamannya. Orang yang jahat akan kembali mempercayai tipuan yang besar, agar mereka itu dihukum . Orang-orang ini akan mengenakan jubah kesungguh-sungguhan untuk menipu, jika boleh, walau orang terpilih itu sekalipun . “ 4T 595

  1. Setiap orang Kristen yang tidak berjaga-jaga, akan mendapatkan serangan tiba-tiba dari musuh yang berkuasa, terkecuali mereka selalu giat dan waspada

Sidang Kristus dapat dibandingkan secara tepat dengan suatu pasukan tentara . Di segala tempat terdapatlah musuh yang tetap waspada, yang dipimpin oleh putra kuasa kegelapan, yang tidak pernah tertidur dan tidak pernah meninggalkan posnya. Bila seorang Kristen tidak berjaga-jaga, musuh yang berkuasa ini mengadakan serangan hebat secara tiba-tiba . Kecuali anggota-anggota sidang selalu giat dan waspada, mereka akan dikalahkan oleh tipu dayanya . “ NBS,hal. 81

  1. Setan menyerang melalui pikiran manusia dengan membangkitkan kecemburuan dan perasaan kurang puas terhadap segala tulisan Roh Nubuat dan Alkitab yang menurun mereka kepada kebinasaan

Adalah rencana Setan melemahkan iman umat Allah pada Kesaksian-kesaksian itu . Setan mengetahui bagaimana melancarkan serangannya . Ia bekerja dalam pikiran untuk membangkitkan kecemburuan dan perasaan kurang puas terhadap mereka yang mengepalai pekerjaan itu . Kemudian mereka meragukan karunia itu; dengan demikian, tentu saja mereka hanya mempunyai sedikit pengaruh, dan petunjuk yang diberikan melalui khayal itu diabaikan. Sesudah itu terdapatlah sifat kurang percaya akan pokok-pokok penting dalam kepercayaan kita , tiang-tiang pendirian kita, kemudian keraguan mengenai Kitab Suci, dan kemudian jalan menurun kepada kebinasaan . “ NBS, hal. 201

  1. Serangan yang dilakukan setan adalah melalui pikiran manusia lewat kecerdikan dan tipu muslihatnya dengan cara menggantikan kebenaran

Setan tidak tertidur, dia selalu berjaga agar perkataan nubuat yang lebih pasti itu tiada akan berpengaruh . Dengan segala kecerdikan dan tipu muslihat, setan berusaha memalsukan kehendak Allah yang nyata, yang dijelaskan di dalam firman-Nya . Bertahun-tahun Setan menguasai pikiran umat manusia dengan kecerdikannya melalui muslihatnya yang telah direncanakannya untuk menggantikan kebenaran . “ NBS, hal. 492

Kiranya Tuhan memberkati kita semua…

/.ssw,/

PEKERJAAN YANG MEMBERI SUKACITA

P️ULA️NG KE RUMA️H
Kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali ketika kita melupakan bagaimana Tuhan telah memimpin kita
ELLEN G WHITE

J U N I
HUKUM TAURAT DAN HARI SABAT : UJIAN KESETIAAN GANDA

Tanggal 25, Hari Kamis

PEKERJAAN YANG MEMBERI SUKACITA

Ayat Inti : 1 Samuel 2 : 30
Siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati.


Ketika hari Sabat diingat, kehidupan duniawi tidak akan diizinkan untuk masuk dalam kehidupan rohani. Tidak ada tugas yang berkaitan dengan enam hari kerja akan tersisa untuk hari Sabat. Selama satu pekan baiklah energi kita tidak akan begitu lelah dalam kerja keduniawian sehingga pada hari ketika Tuhan beristirahat dan disegarkan kita tidak terlalu lelah untuk terlibat dalam melayanan-Nya.

Pada hari Jumat biarkan persiapan untuk hari Sabat dapat diselesaikan. Periksa semua pakaian sudah siap dan semua masakan sudah selesai. Biarlah sepatu gereja bersih dan kamar mandi sudah beres. Adalah mungkin untuk melakukan ini. Jika Anda membuat aturan, Anda dapat melakukannya. Hari Sabat tidak diberikan untuk memperbaiki pakaian, untuk memasak makanan, untuk mencari kesenangan, atau untuk pekerjaan duniawi lainnya. Sebelum terbenamnya matahari biarkan semua pekerjaan sekuler dikesampingkan dan semua kertas sekuler tidak terlihat. Para orang tua, jelaskan pekerjaan Anda dan tujuannya kepada anak-anak Anda, dan biarkan mereka berbagi pada hari persiapan Anda untuk mematuhi Sabat sesuai dengan hukum.

Kita harus dengan waspada memelihara hari Sabat. Ingatlah bahwa setiap saat disucikan, waktu yang suci. Bilamana memungkinkan, majikan harus memberi pekerja mereka jam dari Jumat siang sampai awal hari Sabat. Beri mereka waktu untuk persiapan, agar mereka dapat menyambut hari Tuhan dengan ketenangan pikiran. Dengan cara seperti itu Anda tidak akan rugi bahkan dalam hal-hal duniawi.

Ada pekerjaan lain yang harus mendapat perhatian pada hari persiapan. Pada hari ini semua perbedaan di antara anak-anak Allah, baik dalam keluarga maupun di gereja, harus disingkirkan. Biarkan semua kepahitan dan amarah dan kejahatan diusir dari jiwa. Dalam roh yang rendah hati, “hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh” (Yakobus 5 :16).

Sebelum Sabat dimulai, pikiran dan tubuh harus ditarik dari urusan duniawi. Tuhan telah menetapkan Sabat-Nya pada akhir dari enam hari kerja, bahwa kita dapat berhenti dan mempertimbangkan apa yang telah kita dapatkan seIama satu pekan dalam persiapan untuk kerajaan suci yang mana tidak ada peIanggar. Kita hendaknya setiap hari Sabat memperhitungkan jiwa kita untuk melihat apakah pekan yang telah berakhir itu mendatangkan keuntungan atau kerugian rohani.

Adalah untuk keselamatan kekal dalam menguduskan hari Sabat di dalam Tuhan. Testimonies for the Church, jld. 6. hlm. 354- 356.

EVOLUSI DAN KEJATUHAN MANUSIA

Renungan malam SEIMAN #901 19 Juni 2020.

EVOLUSI DAN KEJATUHAN MANUSIA

“Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.” Yohanes 8:44

Sejak Penciptaan dunia ini, Iblis telah membingungkan banyak orang dengan melemahkan keyakinan mereka dalam catatan Kitab Suci tentang asal-usul manusia dan kejatuhan manusia. Seseorang dapat menyebutkan evolusi sebagai pandangan “alamiah” manusia, yakni suatu pandangan yang berdasarkan asumsi bahwa kehidupan manusia dimulai secara kebetulan dan melalui proses evolusi yang panjang dari bentuk kehidupan yang lebih rendah. Melalui teori evolusi, kita berevolusi ke status ini, namun belum mencapai potensi maksimal, sebab masih terus berkembang, katanya. Banyak orang Kristen yang mengadopsi evolusi teistik ini, yang mengklaim bahwa Tuhan menggunakan proses evolusi dalam mewujudkan penciptaan kejadian. Mereka yang menerima evolusi teistik ini, tidak melihat pembahasan mengenai kejadian pertama sebagai harafiah tetapi sebagai alegori atau mitos. Marilah kita lihat pandangan alkitab mengenai hal ini:

a.Pandangan Alkitabiah tentang manusia dan evolusi. Penganut Kreasionis Kristen sangat prihatin tentang dampak dari teori evolusi pada iman orang Kristen. James Orr dalam bukunya ‘God’s Image in Man’ mengatakan. “Menghadapi Kekristenan dewasa ini, tidaklah dengan serangan sedikit demi sedikit terhadap doktrin-doktrinnya. . . tetapi dengan pandangan dunia yang sangat bertentangan dengan Alkitab namun katanya berdasarkan alasan ilmiahnya yang pada dasarnya menyerang akar-akar sistem Kekristenan.”

Alkitab menolak penafsiran alegoris atau mitos tentang kejadian tersebut. Didalam Kejadian 1-11, penulis-penulis Alktab menyatakan penafsirannya dalam sejarah harfiah. Adam, Hawa, ular dan Iblis semuanya dilihat sebagai tokoh sejarah dalam drama kontroversi yang besar (Ayub 31 :33, Pengkhotbah 7:29, Matius 19:4,5, Yohanes 8:44).

b.Golgota dan evolusi.

Evolusi dalam bentuk atau wujud apapun sungguh bertentangan dengan fondasi dasar Kekristenan. Seperti yang dikatakan Leonard Verduin di dalam bukunya ‘Somewhat Less than God: The Biblical View of Man’, bahwa “Di tempat kisah ‘kejatuhan’ telah muncul ‘kisah bangun kembali’!” Agama Kristen dan evolusi saling bertentangan satu sama lain. Baik dari orang tua pertama kita diciptakan menurut gambar Allah dan mengalami kejatuhan ke dalam dosa atau menurut teori evolusi yang sama sekali menyangkal penciptaan yang demikian. Nah kalau kita tidak diciptakan Tuhan dan tidak ada kejatuhan manusia, mengapa pula kita memerlukan kematian Kristus untuk selamatkan kita? Justru kematian Yesus memproklamirkan bahwa akhirnya manusia akan makin memburuk dan kemudian akan dimusnahkan.

Harapan kita hanyalah dengan memandang kepada Golgota, sebab kematian Yesus sajalah yang memungkinkan kita beroleh hidup yang kekal. Kita patut senantiasa memandang kepada pengorbananNya, sehingga kita dapat memberikan respons untuk menurutNya sehingga kerohanian kita dapat bertumbuh.

Kathleen-Jonathan Kuntaraf

KARAKTER DOSA (2)

Renungan malam SEIMAN #898 16 Juni 2020.

KARAKTER DOSA (2)

“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” Amsal 4:23

Setelah melihat definisi dosa, dan bagaimana dosa melibatkan pikiran dan menyebabkan perasaan yang bersalah, maka marilah kita melihat apakah yang menjadi kendali dosa. Tempat dosa adalah dalam apa yang Alkitab sebut sebagai hati—dengan kata lain pikiran kita. Dari “situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23). Kristus menyatakan tentang pikiran orang yang tercemar, “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinaan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat” (Matius 15:19). Pikiran kita mempengaruhi seluruh kehidupan seseorang—apakah kemauan, intelek, kasih sayang, emosi dan tubuhnya. Yeremia 17:9 mengatakan “Betapa liciknya hati, lebih licik daripada segala sesuatu….” Sifat manusia dapat digambarkan sebagai sesuatu yang rusak, bejat, dan penuh dosa.

  1. Sungguh hebat efek dosa atas kemanusiaan. Beberapa orang mungkin merasa bahwa hukuman mati terlalu berat hanya karena memakan buah terlarang. Namun kita dapat mengukur keseriusan pelanggaran tersebut dalam terang pengaruh dosa Adam terhadap umat manusia selanjutnya.

Putra pertama Adam dan Hawa melakukan pembunuhan. Keturunan mereka segera melanggar perkawinan kudus dengan terlibat dalam poligami, dan itu tidak lama sebelum kejahatan dan kekerasan memenuhi bumi (Kejadian 4:8, 23; 6:1-5, 11-13). Permohonan Allah untuk pertobatan dan reformasi sama sekali tidak diperhatikan dan hanya delapan orang saja yang diselamatkan dari Air Bah, yang menghancurkan sisa orang yang tidak bertobat. Sejarah setelah Air Bah merupakan kisah yang menyedihkan tentang berlanjutnya sifat manusia yang penuh dengan dosa.

Salah satu ciri dosa ialah bahwa dosa manusia itu merupakan sesuatu yang universal. Sejarah mengungkapkan bahwa keturunan Adam mengalami sifat keberdosaannya. Dalam doanya Daud, ia berkata, “Sebab diantara yang hidup tidak seorangpun yang benar dihadapan-Mu” (Mazmur 143:2; Mazmur 14:3). “Karena tidak ada manusia yang tidak berdosa” (1 Raja 8:46). Salomo berkata, “Siapakah dapat berkata: ‘Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari dosaku?’” (Amsal 20:9; Pengkhotbah 7:20). Perjanjian Baru juga sama jelasnya, menyatakan bahwa “semua orang telah berbuat dosa dan kehilangan kemuliaan Allah” (Roma 3:23). Dalam 1 Yohannes 1:8 dikatakan “Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.”

Sangat mengerikan bila kita lihat akan dampak dari dosa ini, namun kita bersyukur sebab Tuhan telah memberikan jalan keluar bagi kita masing masing. Kasih karuniaNya yang agung siap untuk menyelamatkan kita semuanya. Marilah kita senantiasa bergantung kepadaNya.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=145089433811931&id=114282350225973&sfnsn=wiwspmo&extid=SpHRaYjbHOMEZxEa&d=n&vh=e

Kathleen-Jonathan Kuntaraf

CARA MENAFSIRKAN ALKITAB

📖 Pelajaran ✝ Alkitab 📖

CARA MENAFSIRKAN ALKITAB

Oleh:
Frank M. Hasel, PhD
Michael G. Hasel, PhD.

Pelajaran ke-12 :
BERHADAPAN DENGAN AYAT-AYAT SULIT

Senin, 15 Juni 2020

Menghadapi Kesulitan dengan Jujur dan Hati-hati

Pernahkah Anda memiliki pengalaman menemukan ayat atau serangkaian ayat yang tidak Anda pahami, atau menemui kesulitan menyelaraskannya dengan ayat lain atau dalam kenyataan secara umum? Sulit membayangkan bahwa Anda tidak pernah menghadapi masalah ini pada saat-saat tertentu. Pertanyaannya adalah, Bagaimanakah tanggapan Anda? Atau, yang lebih penting, Bagaimanakah seharusnya tanggapan Anda?

Bacalah 1 Tawarikh 29: 17; Amsal 2: 7; 1 Timotius 4: 16. Apakah yang dikatakan ayat-ayat ini, yang dapat diterapkan atas pertanyaan bagaimana kita menghadapi ayat-ayat yang sulit?

Hanya saat kita jujur, kita dapat menghadapi kesulitan-kesulitan secara memadai. Kejujuran menjaga kita agar tidak menghindar dari kesulitan atau berusaha mengaburkannya. Kejujuran juga akan mencegah kita dari memberikan jawaban yang dangkal, yang tidak melalui penelitian yang cermat. Tuhan senang dengan kejujuran dan integritas. Karena itu, kita harus meniru karakterNya dalam semua hal yang kita lakukan, bahkan dalam pelajaran Alkitab kita.

Orang-orang yang jujur akan menghadapi kesulitan Alkitab sedemikian rupa sehingga mereka berhati-hati untuk menyajikan informasi di luar konteks, mengubah kebenaran dengan bahasa retorika, atau menyesatkan orang lain dengan cara memanipulasi bukti. Jauh lebih baik menunggu jawaban yang memuaskan atas suatu kesulitan daripada mengelak atau mencoba memberikan jawaban yang tidak memuaskan. Efek positif lainnya dari bersikap jujur dalam mempelajari Alkitab kita adalah bahwa hal itu dapat membangun kepercayaan, dan kepercayaan adalah inti dari semua hubungan pribadi yang sehat. Itu lebih meyakinkan orang daripada sekadar jawaban yang lemah. Lebih baik mengatakan bahwa Anda tidak tahu bagaimana menjawab pertanyaan atau menjelaskan ayat secara akurat, daripada mencoba hanya mengatakan apa yang ingin Anda katakan, yang mungkin bukan yang sebenarnya.

Orang-orang yang berhati-hati ingin mengetahui kebenaran Firman Allah dengan sungguh-sungguh, oleh karena itu, pastikan konsisten bahwa mereka tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, yang didasarkan pada pengetahuan yang terbatas atau bukti yang lemah. Orang-orang cermat bertekad untuk tidak mengabaikan aspek atau detail-detail apa pun yang mungkin penting. Meraka tidak tergesa-gesa dalam pemikiran tetapi teliti dan rajin dalam mempelai Firman Allah dan semua informasi terkait.

Apakah yang Anda lakukan, atau apa yang seharusnya Anda lakukan: dengan ayat-ayat yang Anda tidak sepenuhnya mengerti atau yang tampaknya tidak sesuai dengan pemahaman Anda tentang kebenaran?

Ayat Hafalan : 2 Petrus 3:15-16
Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya. Hal itu dibuatnya dalam semua suratnya, apabila ia berbicara tentang perkara-perkara ini. Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sukar difahami, sehingga orang-orang yang tidak memahaminya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkannya menjadi kebinasaan mereka sendiri, sama seperti yang juga mereka buat dengan tulisan-tulisan yang lain.

KARAKTER DOSA (1)

Renungan malam SEIMAN #897 15 Juni 2020.

KARAKTER DOSA (1)

“Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah.” 1 Yohanes 3:4

Setelah melihat bahwa dosa mempunyai akibat langsung dan jangka panjang dalam kehidupan manusia, maka kita dapat jelas mengatakan bahwa dosa adalah satu kejahatan moral yang merupakan hasil daripada kebebasan memilih manusia untuk melanggar kehendak Tuhan (Kejadian 2:16, Roma 1:18-22).

1.Apakah difinisi dari dosa?

Alkitab menyebutkan bahwa dosa adalah “pelanggaran hukum Allah.” Ini berarti siapa saja telah berdosa apabila ia gagal melakukan yang baik, dengan perkataan lain tidak melakukan hal yang baik (Yakobus 4:17), dan melakukan “segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman.” (Roma 14:23). Satu definisi yang luas dan inklusif tentang dosa adalah: “setiap penyimpangan dari kehendak Allah yang diketahui, baik mengabaikan melakukan apa yang secara khusus diperintahkanNya atau melakukan apa yang secara khusus dilarangNya.”

Dosa tidak mengenal netralitas. Kristus mengatakan, “Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku” (Matius 12:30). Kegagalan untuk percaya kepadaNya adalah dosa (Yohanes 16:9). Dosa bersifat mutlak karena itu adalah suatu pemberontakan melawan Allah dan kehendakNya. Setiap dosa, kecil atau besar, dinyatakan “bersalah.” Jadi “barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian daripadanya, maka ia bersalah terhadap seluruhnya” (Yakobus 2:10).

2.Dosa melibatkan pikiran serta tindakan kita.

Sering, dosa hanya dibicarakan dalam bentuk tindakan yang konkrit dan dapat dilihat dari pelanggaran hukum. Tetapi Kristus berkata bahwa bila kita marah terhadap seseorang, berarti kita telah melanggar perintah keenam dari Sepuluh Hukum, yang menyatakan “jangan membunuh” (Keluaran 20:13).Demikian juga bila kita memiliki keingingan penuh nafsu berarti kita telah melanggar perintah “jangan berzinah” (Keluaran 20:14). Oleh sebab itu, dosa tidak hanya melibatkan ketidaktaatan dalam tindakan tetapi juga dalam pikiran maupun keinginan kita.

3.Dosa dan rasa bersalah.

Dosa menghasilkan perasaan bersalah. Dari perspektif Alkitabiah, rasa bersalah menyiratkan bahwa orang tersebut telah melakukan dosa dan bertanggung jawab menerima hukuman. Karena semua orang telah berdosa, maka seluruh dunia “jatuh ke dalam hukuman Allah” (Roma 3:19). Bila perasaan bersalah tidak dirawat dengan tepat, maka itu akan merusakan kemampuan fisik, mental dan spiritual. Akhirnya, jiwa yang tidak menyelesaikan hal itu akan menghasilkan kematian—karena “upah dosa adalah maut.” (Roma 6:23).

Obat penawar dosa adalah pengampunan dari Allah (Matius 6:12). Ini sajalah yang menghasilkan hati nurani yang bersih dan tenang. Oleh sebab itu, kita patut senantiasa datang kepadaNya agar kembali memperoleh damai sejahatera, bebas dari perasaan bersalah, serta memiliki sukacita dan kebahagiaan sejati.

Kathleen-Jonathan Kuntaraf

HARI SABAT DICIPTAKAN OLEH KRISTUS

PULANG KE RUMAH
Kita tidak perlu takut akan masa depan, kecuali ketika kita melupakan bagaimana Tuhan telah memimpin kita
ELLEN G WHITE

Tanggal 15, Hari Senin

Ayat Inti : Kolose 1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan


Sabat telah disucikan pada waktu kejadian. Sebagaimana telah diurapi bagi manusia, hari Sabat bermula “pada waktu bintang-bintang fajar bersorak sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai” (Ayb. 38: 7). Damai di seluruh dunia; karena bumi berada dalam keselarasan dengan surga. “Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik;” dan Dia berhenti dalam kesukaan karena pekerjaan-Nya yang sempurna. ( Kej. 1: 31 ).

Oleh karena Ia telah berhenti pada hari Sabat, “Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya”— diasingkan untuk suatu maksud yang suci. Diberikan-Nya kepada Adam untuk hari perhentian. Itulah peringatan pekerjaan penciptaan, dan menjadi tanda kuasa Allah dan kasih-Nya. Alkitab berkata, “Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan,” menyatakan “Sebab apa yang tidak tampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak kepada pikiran dari karya-Nya” (Kej. 2: 3; Mzm. 111: 4; Rm. 1: 20).

Segala sesuatu telah dijadikan oleh Anak Allah. “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah …. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan” (Yoh. 1: 1-3). Karena Sabat itu menjadi peringatan akan penciptaan, itu adalah tanda dari kasih dan kuasa Kristus ….

Sabat adalah termasuk di dalam hukum yang diberikan di Sinai; tetapi itu bukanlah pernyataan yang pertama tentang hari perhentian. Umat Israel telah mengetahuinya sebelum datang di Sinai. Di dalam perjalanan ke sana Sabat itu telah dipelihara ….

Hari Sabat bukan hanya untuk orang Israel saja, tetapi untuk dunia. Hukum itu telah diumumkan kepada manusia di Taman Eden dan mempunyai keharusan yang tidak akan binasa, sebagaimana halnya dengan sepuluh hukum. Dari hukum itu di mana hukum keempat adalah salah satu di antaranya, Kristus berkata, “Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat.” Selama langit dan bumi ada, hari Sabat akan tetap menjadi tanda dari kuasa Khalik. Dan apabila Eden akan kembali mekar bersemi di atas dunia, maka hari Sabat Tuhan yang suci akan dimuliakan oleh seluruhnya yang ada pada naungan matahari. “Sabat berganti Sabat” penghuni dunia yang telah dibarui itu akan naik “sujud menyembah di hadapan-Ku, Firman Tuhan” (Mat. 5: 18; Yes. 66: 23).


Alfa dan Omega, jld. 5. hlm. 298, 300.