• Meta

  • Arsip

  • Oktober 2016
    M S S R K J S
    « Jan    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

Dilema

​Pelajaran Sekolah Sabat

Rabu 19 Oktober 2016
Bacalah ayat-ayat dalam Kitab Ayub berikut ini. Isu apakah yang sedang digumuli Ayub? Pertanyaan apakah yang tidak ditanyakannya? 

Ayub 6:4-8

Ayub 9:1-2

Seperti yang dinyatakan dalam pelajaran yang kemarin, isu tentang eksistensi Allah tidak pernah muncul dalam kitab Ayub. Gantinya, pertanyaannya adalah mengapa Ayub melalui pencobaan ini? Dan, dengan mempertimbangkan semua yang menimpa dia, tentu saja hal itu adalah merupakan pertanyaan yang wajar khususnya karena ia percaya akan Allah. Jika, misalnya, orang itu ateis, dan cobaan datang padanya, jawaban tentang “mengapa” dapat menjadi, secara relatif, sederhana dan langsung untuknya. Kita hidup di dalam suatu dunia yang tanpa makna dan tujuan, yang tidak peduli dengan kita. Sehingga di tengah kekuatan alam yang kasar, dan tidak bersahabat di sekitar kita, sering kita menjadi mangsa dari cobaan-cobaan yang tanpa tujuan. Jika hidup itu sendiri tanpa tujuan, maka cobaan-cobaan yang menyertai kehidupan pastilah juga tak bermakna.

Sementara mungkin banyak orang merasa bahwa jawaban ini tidak memuaskan dan putus harapan, tentu jawaban ini masuk akal atas dasar pemikiran, bahwa tidak ada Tuhan. Di lain pihak, bagi seseorang yang seperti Ayub, dilemanya berbeda.

 Bacalah Ayub 10:8-12. Bagaimanakah ayat-ayat ini membantu kita mengerti pertanyaan mengerikan yang Ayub gumuli?

Ya, pertanyaan yang sedang digumuli Ayub sama dengan pertanyaan yang sedang dan akan digumuli oleh umumnya orang-orang yang percaya akan Allah: jika Allah yang baik dan yang penuh kasih itu ada, mengapakah manusia menderita terhadap hal-hal yang tidak mereka lakukan? Bahkan, mengapa orang yang baik, seperti Ayub, harus melalui malapetaka dan cobaan yang seringkali tidak bernilai. Sekali lagi, seandainya alam semesta tak bertuhan, jawabannya ialah bahwa, inilah artinya hidup dalam suatu kosmos yang sepenuhnya materialistis yang di dalamnya manusia hanyalah suatu hasil sampingan yang terjadi secara kebetulan dari atom-atom dan molekul-molekul.

Ayub mengetahui lebih baik daripada itu. Kita juga demikian, karenanya, ini adalah dilema.

Tuhan memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: