• Meta

  • Arsip

  • Oktober 2016
    M S S R K J S
    « Jan    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

Tidak ada yang berasal dari dirinya sendiri

​Pelajaran Sekolah Sabat

Senin 17 Oktober 2016

 

 “Ada banyak argumen yang baik dan kuat yang mendukung eksistensi Allah. Selain kesaksian dari dunia ciptaan, ada juga yang di sebut sebagai argumen “kosmologi”. Dasarnya, adalah ide bahwa tidak ada yang berasal dari dirinya sendiri dan bahwa tidak ada yang menciptakan dirinya sendiri. Gantinya, apa yang telah diciptakan, diciptakan oleh sesuatu yang lain sebelumnya, dan apapun itu haruslah diciptakan oleh sesuatu yang lain sebelumnya, dan hal ini akan berjalan terus sampai kita berhenti pada sesuatu  yang tidak diciptakan, sesuatu yagn selalu ada, sesuatu yang tidak pernah eksis. Dan siapakah lagi dia selain Allah yang digambarkan dalam Alkitab?

Apakah yang diajarkan oleh ayat-ayat di bawah ini tentang asal-usul segala sesuatu?

Why 4:11 

 Kol 1:16,17 

 Yoh 1:1-3

 Ayat-ayat ini mengajarkan apa sesungguhnya penjelasan yang paling logis mengenal Penciptaan, yakni, suatu Allah yang kekal eksistensinya. Sebagian para pemikir, benar-benar menentang ide tentang adanya Allah, telah muncul dengan saran alternative. Gantinya, kepada kita diajarkan bahwa Allah yang berkuasa yang kekal tidak menciptakan alam semesta ini. Bahkan seperti Stephen Hawking, seorang ilmuwan yang terkenal, yang kini menempati kursi yang dulu pernah ditempati oleh Isac Newton, berpendapat bahwa “tidak ada” yang menciptakan alam semesta ini.

“Oleh karena ini adanya suatu hukum seperti hukum gravitasi, alam semesta dapat dan akan menciptakan dirinya sendiri dari yang “tidak ada”.  –Stephen Hawking dan Leonard Mlodinov, The Grand Design (New York: Random House, 2010), hlm.180.

Sekalipun Hawking, pasti menguasai banyak ilmu matematika yang dalam dan rumit untuk menjelaskan idenya, perlu dipertanyakan: Di sini kita, setelah 400 tahun dimulainya revolusi ilmu pengetahuan, dan salah seorang dari ilmuwan terbaik dunia sedang mendebat bahwa alam semesta dan segala sesuatu yang di dalamnya berasal dari sesuatu yang “tidak ada?”. Kesalahan adalah kesalahan, sekalipun itu disampaikan oleh seseorang ilmuwan yang besar.

Dalam konteks ini, bacalah 1 Kor 3:19. Mengapakah sesalu sangat penting bagi umat Kristiani untuk tetap memelihara kebenaran yang penting ini di hadapan kita?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: