• Meta

  • Arsip

  • Oktober 2016
    M S S R K J S
    « Jan    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  

Pelajaran Lain Tentang Bertahan Di Kayu Salib

Senin, 10 Oktober 2016

Hai Engkau yang mau merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, turunlah dari salib itu dan selamatkan diri-Mu!” (Markus 15:29,30).

Yesus mempunyai dua pencobaan penting yang besar dalam kehidupan-Nya: (1) Dia tidak pergi ke salib-Nya, dan (2) begitu berada di sana, maka Dia turun dari salib itu.

Yang pertama, Dia berjuang dari pencobaan-pencobaan itu sepanjang hidup-Nya. Titik utama pergumulan-Nya adalah pada pencobaan-pencobaan padang gurun, di mana Setan menawarkan kepada-Nya seluruh isi dunia jika Dia mau menundukan kepala kepadanya; setelah memberi makan 5.000 orang ketika massa dan para murid ingin memahkotai dan mengangkat Dia menjadi Raja di tempat itu; di Kaisarea Filipi, ketika Petrus memainkan peran Setan dengan memberitahu Kristus bahwa Dia tidak perlu pergi ke kayu salib; dan di Getsemani ketika Kristus bergumul hebat memohon agar terbebaskan dari kayu salib, tetapi akhirnya berserah kepada kehendak Allah. Masing-masing peristiwa itu adalah pencobaan untuk menghindari kayu salib, untuk memperoleh mahkota tanpa penyaliban.

Yang kedua dari pencobaan besar-Nya tidak terjadi sampai Dia sudah ada di atas kayu salib. Pada saat itu pencobaan bergeser untuk turun dari kayu salib dan menggunakan kuasa Ilahi-Nya yang jarang digunakan untuk memberi para pencemooh apa yang mereka patut dapatkan.

Pencobaan di dalam hidup kita mengikuti jalur yang sama seperti di dalam kehidupan Kristus. Terlalu banyak kita berpikir bahwa itu adalah dorongan untuk melakukan sesuatu yang jahat. Salah! Kemungkinan berbagai pencobaan, tetapi semua itu bukan pokok pencobaan itu sendiri.

Sebagaimana yang dialami Yesus, jalan pertama dari pencobaan pribadi adalah untuk tidak pergi ke kayu salib. Yaitu, Iblis menggoda saya untuk menjalani kehidupan saya sendiri, menjadi diri saya sendiri, dan menerapkan kehendak saya sendiri dan bukan menyerahkan kehidupan saya kepada Allah dan menjalani kehidupan pelayanan yang merupakan tabiat Allah dan melakukan kehendak-Nya. Menghindari kayu salib adalah pencobaan besar pertama bagi setiap orang. Tetapi, sebagaimana dengan Yesus, cara satu-satunya menuju kepada kehidupan kekal adalah mati bagi diri sendiri, dibangkitkan kepada kehidupan baru, dan menjalani kehidupan itu bagi-Nya.

Hal terakhir yang membawa kita ke wilayah besar kedua dari pencobaan kita-turun dari kayu salib. Begitu kita akhirnya memutuskan untuk naik ke kayu salib, maka kita akan menjalani kehendak Allah. Iblis kemudian terus-menerus mengejar dan mengganggu supaya kita turun dari kayu salib kita dan memberi kepada orang-orang yang sudah menyakiti kita atau telah berbuat salah kepada kita, apa yang patut mereka terima.

Bapa di surga, bantulah saya hari ini agar bukan saja pergi ke kayu salib tetapi, melalui kuasa-Mu, tetap berada di atasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: