• Meta

  • Arsip

  • Januari 2016
    M S S R K J S
    « Apr   Okt »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

Kelahiran Yesus Dari Sudut Pandang Surga

Renungan Pagi  “Pandanglah Pada Yesus”

24  Januari  2016

“Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan  matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklahsuatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan itu yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya” (Wahyu 12:1-4).

Di sini ada kisah kelahiran yang lain jenisnya. Dalam kisah ini sama sekali tidak ada para gembala yang memuja atau malaikat-malaikat yang memuliakan. Wahyu menyuguhkan suatu gambaran yang secara radikal berbeda daripada kisah-kisah kelahiran di dalam Injil. Inilah suatu visi pentingnya kelahiran Yesus yang menyibak tirai untuk memberi suatu pandangan sekilas kepada kita tentang Inkarnasi menurut sudut pandang taktha Allah.

Sudut pandang itu menggambarkan suatu pergumulan sengit yang menjalar ke bumi ketika seekor naga merah sangat besar masuk ke dalam penglihatan, menyapu bersih sepertiga bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Setelah itu naga tersebut (diidentifikasi sebagai “Iblis atau Setan” pada ayat 9) berdiri di hadapan wanita itu “untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya”

Yang kita temukan di dalam Wahyu 12:1-4 adalah awal sebuah pertikaian kosmis yang dimulai di surge dan kemudian pindah ke bumi. Perang yang berlangsung juga akan berkumandang melalui koridor-koridor sejarah hingga akhir zaman (ayat 17). Selanjutnya kitab Wahyu menunjukkan bahwa pertempuran yang digambarkan secara grafis itu dalam pasal 12 itu tidak akan mencapai klimaks sampai Kristus yang menang akhirnya membinasakan naga dan kekuatan-kekuatan jahat (Why. 19; 20: 1-5).

Beberapa pihak melihat sudut pandang Wahyu pada pentingnya Yesus dalam “perselisihan besar antara Kristus san Setan.” Philip Yancy seorang grafis menagkap gambaran yang sama, ketika dia menulis: “Di bumi seorang bayi dilahirkan, seorang raja mengetahui kejadian itu, kemudian sebuah pengejaran terjadi. Di surga, penyerangan besar telah di mulai, sebuah penggerebengan yang berani oleh penguasa angkatan-angkatan kebaikan ke dalam markas kejahatan di alam semesta.” Tentu saja, sang raja adalah Herodes dan pengajaran pertama itu membawaYesus ke Mesir, topic-topik yang lain akan kita lihat melalui mata Matius dalam beberapa hari mendatang.

Tuhan, bantulah kami untuk melihat masalah-masalah yang lebih besar ketika kami membaca Firman-Mu. Bantulah kami agar kami  mampu mengenal lebih jelas konteks di mana pergumulan-pergumulan sehari-hari kami terjadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: