• Meta

  • Arsip

  • Januari 2016
    M S S R K J S
    « Apr   Okt »
     12
    3456789
    10111213141516
    17181920212223
    24252627282930
    31  

YESUS : “ALLAH MENYERTAI KITA”

Renungan Harian Sepanjang Tahun “Pandanglah Pada Yesus” Oleh: George R. Knight, Rabu, 20 Januari 2016.

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: “Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.” (Matius 1:22-25).

Injil pertama menyatakan Yesus sebagai penggenapan paling tepat Yesaya 7:14. Dia Immanuel atau “Allah menyertai kita” (Matius 1:23). Itulah mungkin pernyataan terbesar di Perjanjian Baru. Dan pengakuan bahwa Yesus adalah sesungguhnya Putra Allah adalah inti masing-masing keempat Injil tersebut.

Matius 1:23 tidak menghadirkan Yesus sebagai sekedar guru yang besar. Bagi Matius, Yesus bukanlah seorang guru atau ahli peramal, ataupun pembawa berita Allah dalam pengertian yang dipercayai umat ISalam memandang Muhammad sebagai jurukabar Allah. Kekristenan dibangun di atas pernyataan yang esensial itu. Pernyataan tersebut tidak bisa dibuang tanpa sama sekali meninggalkan iman.

Matius pun tidak menghadirkan Yesus sebagai Allah di atas kita. Perjanjian Lama sering menggambarkan Allah di atas umat manusia. Dialah Allah dari Tempat mahasuci yang tidak bisa didekati. Mulai pasal pertama Perjanjian Baru, kita mulai mendapat pandangan lain, sebuah pengungkapan yang lebih penuh, dari Allah Perjanjian Lama. Dia bukan lagi Keilahian di atas kita tetapi hadir, melalui Yesus, sebagai “Allah menyertai kita.”

Yesus, melalu khotbah, pengajaran, dan tindakan penyembuhan-Nya yang baik itu, menjadi pengungkapan sepenuhnya karakter Allah. “Barangsiapa,” Yesus menyatakan, “tgelah melihat Aku, ia telah melihat Bapa” (Yohanes 14:9). Dan kitab Ibrani memberitahu kita bahwa Yesus “cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan” (Ibrani 1:3). Injil keempat melengkapi gambaran ketika menyatakan bahwa “karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia tgelah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal” (Yohanes 3:16).

Di dalam Anak tunggal itu kita mempunyai “Allah menyertai kita,” Putra Daud dan Ahli waris takhta Daud dan janji Allah kepada Daud dan Abraham. Kita memiliki Mesias dari Allah, anak yang dilahirkan dari Roh Kudus dan perawan Maria, Satu Pribadi yang misi-Nya untuk “menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Matius 1:21). Pribadi Ilahi itu adalah tema keseluruhan Perjanjian Baru.

Dan Dia harus menjadi tema dan pusat kehidupan kita. Melalui Yesus kita perlu bersama Allah sama seperti Dia adalah Allah bersama kita. Hari ini adalah hari untuk mneyusun kembali prioritas-prioritas kita. Hari ini adalah hari bagi saya untuk menyertai Allah dan membiarkan Dia menjadi Pusat kehidupan saya dengan cara yang baru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: