• Meta

  • Arsip

  • April 2015
    M S S R K J S
    « Mar   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

GAJAH DAN AKASIA (RP: 23 APRIL 2015)

“Terjagalah dan bangunlah membela hakku, membela perkaraku, ya Allahku dan Tuhanku” (Mazmur 35: 23).
 
Pohon yang berhubungan dengan akasia bullhorn adalah akasia duri berongga yang tumbuh di padang rumput  Afrika. Jacob Goheen dari University of British Colombia dan Todd Palmer dari  University of Florida di Gainesville, keduanya mempelajari citra satelit di LewaWildlife Conservancy di bagian utara Kenya tengah ketika mereka melihat sesuatu yang aneh tentang pohon-pohon akasia. Yaitu, pohon berduri yang semakin menipis di bagian utara dan pada lahan seluas 62.000 hektar, tetapi tidak banyak di bagian selatan. Itu aneh, karena hasil pengamatan berikutnya, populasi gajah melonjak sampai tiga kali lipat dari wilayah normal diseluruh wilayah itu. Apakah yang membuat perbedaan besar?
 
Perjalanan ke taman mengungkapkan bahwa perbedaan yang paling jelas  antara akasia di bagian utara dan akasia di bagian selatan adalah kehadiran semut yang tinggal di duri berongga pada pohon di selatan. Pasti semut tidak dapat mencegah gajah makan rumput, bukan? Semut diketahui mencegah hewan kecil mencari makan tetapi diasumsikan bahwa akasia melindungi diri dengan duri-durinya dari hewan besar. Lagi pula, semut sangat kecil dibnadingkan ukuran gajah, hewan darat terbesar dari salah satu yang tidak memiliki predator alami. Dan gajah memiliki kulit tebal. Gajah memiliki julukan pachyderm berarti “berarti kulit yang tebal.” Bagaimana seekor gajah bisa tahu bahwa semut berada di kulitnya? Bagaimana bisa seekor semut menggigit kulit yang tebal seperti itu? Bagi para ilmuwan, membutuhkan waktu untuk melakukan beberapa eksperimen. Dalam lingkungan gajah yang terkendali di sebuah penagkaran, Goheen dan Palmer menguji beberapa pohon dengan semut dan tanpa semut. Benar saja, semut didedaunan membuat gajah tidak memakannya. Kemudian pergi ke lahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ketika beberapa pohon di bagian selatan yang populasi semutnya telah dihilangkan, gajah bergerak dan memakan dedaunannya. Kesimpulan yang mengejutkan adalah; Semut crematogaster, dikenal sebagai penjaga akasia dari jerapah dan pemakan rumput lainnya, juga melindungi pohon akasia dari pemakan tanaman terbesar di planet kita. Ada kekuatan dalam jumlah. Rupanya gajah tidak suka belalainya penuh dengan semut penyegat.
 
Sebagaimana akasia bullhorn dan akasia whistling-thorn yang kekurangan pertahanan kimia seperti akasia yang lain, pohon-pohon ini beruntung memiliki koloni semut untuk membela pohon dari herbivora. Apakah Anda tahu bahwa Anda memiliki 10.000 pelindung dalam Kristus (1 Korintus 4: 15)?
 
Sang Pembela, Pelindung, Pan pemandu sorak, ajarlah saya jalan-Mu dan lindungilah saya dari segala kejahatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: