• Meta

  • Arsip

  • April 2015
    M S S R K J S
    « Mar   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

MENGHAFALKAN KITAB SUCI (RP: 15 APRIL 2015)

“Dalam hatiki aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau” (Mazmur 119: 11). “Tangan-Mu telah menjadikan aku dan membentuk aku, berilah aku pengertian, supaya aku dapat belajar perintah-perintah-Mu” (Mazmur 119: 73).
 
Apakah Anda kesulitan menghafal ayat-ayat Kitab Suci? Saya juga. Padahal Alkitab tampaknya menganjurkan jika makin cepat Anda mulai menghafalnya, maka semakin mudah untuk dilakukan. Sebagai seorang anak, Yesus metempatkan betapa pentingnya belajar Firman Tuhan. Ia mempelajari kitab suci  dengan tekun dan menghafal dengan hati-hati. Saat digoda, “Yesus menghadapi Setan dengan kata-kata Kitab Suci: ‘Ada tertulis; jawab Yesus. Di setiap penggodaan, senjata-Nya adalah firman Allah” (The Desire of Ages, hlm. 120). Kitab Ulangan 8:3 menekankan pentingnya belajar Kitab Suci, dan Tuhan sendiri berkata, “Manusia tidak hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan” (NIV). Menikmati Firman Tuhan setiap hari dan menghafal ayat-ayatnya akan mengubah hidup, karena firman Tuhan  secara mendasar membentuk pandangan kita tentang kehidupan.
 
Jika Anda mempelajari Alkitab, Anda harus terlebih dahulu menempatkan nilai tinggi atas Firman Allah. Untuk yang Anda hargai, Anda akan menghabiskan waktu bersamanya. Dibutuhkan waktu dan konsentrasi penuh. Jadi seringkali kita tidak bisa menghafalnya, karena kita terlalu sibuk. Kita harus menyederhanakan hidup, menenangkan pikiran kita, dan memfokuskan pikiran pada tugas-tugas yang menggembirakan untuk belajar  firman kehidupan. Bila fokus, Anda dapat menggunakan strategi memori yang sudah terbukti. Apa yang berhasil untuk Anda mungkin tidak bagi saya, jadi praktikkan dan gunakan apa yang dapat membuat Anda berhasil.
 
Salah satu strategi yang saya pelajari dari teman saya Harold Millikan, seorang professor biologi di La Sierra University, didasarkan pada fakta bahwa pikiran bukanlah pengelolah kata yang sangat baik. Namun pikiran adalah pengelolah multisensor yang sangat baik. Millikan mengajar murid-muridnya untuk memvisualisasikan apa yang mereka usahakan untuk pelajari. Gambarkanlah itu  secara menarik. Bayangkan Anda sedang mendengarnya dalam tujuh pengeras suara aktif. Membayangkan aromanya, teksturnya, rasanya. Libatkanlah indra untuk meningkatkan pembelajaran. Millikan juga menganjurkan untuk melibatkan emosi, seperti terkejut,  benci, cinta, dan takut. Termasuk membesar-besarkan ukuran orang, tempat, dan hal-hal lain. Buatlah apa yang Anda harus pelajari itu menjadi potongan informasi yang kecil, dan kemudian menghubungkan segala sesuatu yang Anda hafal dengan sesuatu yang sudah Anda ketahui dengan baik. Tanpa asosiasi mental, maka ingatan baru tidak memiliki kaitan untuk bertahan dalam otak kita. Jadi, gantungkan hal-hal baru pada yang hal-hal lama. Dibutuhkan banyak latihan tetapi itu dapat dilakukan oleh dan pada usia berapa pun.
 
Ya Tuhan, kuatkanlah saya dan percepatlah pikiran saya untuk belajar dan menyimpan Firman-Mu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: