• Meta

  • Arsip

  • April 2015
    M S S R K J S
    « Mar   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

TUHAN ADALAH RAJA (RP: 09 APRIL 2015)

“Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan terangkatlah kamu, hai pintu-pintu yang berabad-abad, upaya masuk Raja Kemuliaan! ‘Siapakah itu Raja Kemuliaan? ‘TU HAN, jaya dan perkasa, TUHAN, perkasa dalam peperangan!” (Mazmur 24:7, 8).
 
Perubahan iklim telah menjadi isu panas politik akhir-akhir ini. Beberapa mengatakan bahwa perubahan yang kita alami adalah akibat karena manusia memproduksi karbon Adioksida (CO2) dalam jumlah bcrlebihan. Telah banyak undang-undang disetujui, dan banyak telah dilembagakan dalam upaya untuk mengatur CO2 di atmosiir. Sejujurnya, alam telah memiliki sistem yang luar bi asa untuk mengatur CO2. Semua sistem kehidupan menghasilkan CO2 dalam proses hidup. 
Tanaman bergantung kepada CO2 untuk fotosintesis. Ketika CO2 di atmosfir meningkat, jumlah fotosintetis meningkat secara dramatis dan menghapusnya dari udara. Sistem lain yang menjaga CO2 adalah laut. Laut berfungsi sebagai penyerap karbon, menyerap atau melepaskan CO2 dari dan ke atmosfir seperti yang diperlukan. Siklus CO2 jauh lebih kompleks daripada yang kita ketahui, namun perdebatan politik berlangsung seolah-olah kita memahaminya sepenuhnya.
 
Banyak sistem kontrol yang kompleks, dan beragam juga di tingkat ekosistem. Air menguap dari tanaman serta dari permukaan tanah dan permukaan air lalu naik ke udara. Kemudian mengembun dan jatuh kembali ke tanah, menembus ke dalam tanah di mana tanaman menyerapnya lagi. Mineral lain seperti nitrogen, fosfor, dan sulfur memiliki siklus menarik dan bervariasi di mana mineral bergerak dari satu reservoir ke reservoir yang lain dengan jalur yang teratur. Sistem kontrol lebih sederhana pada tingkat populasi, sehingga hal itu lebih mudah untuk dipelajari dan dipahami.
 
Misalnya, ulat cemara di bagian barat Amerika yang disebut Choristoneura occidentalis, sangat efektif mengunyah daun jarum cemara, dan ditemukan di seluruh wilayah barat. Mengapa ulat ini muncul selalu di sela-daun jarum cemara? Ulat ini memang bisa menghabiskan daun jarum cemara sebagai makanannya, namun memiliki predator, patogen, dan parasit yang membantu siklus berikutnya tetap terkendali. Ulat ini adalah cara alami untuk mengatur dan menjaga semuanya tetap seimbang.  Organisme juga memiliki sistem kontrol yang efektif untuk menjaga suhu tubuh, tingkat pH, dan darah kimia tetap stabil. Sistem seperti ini juga dikenal dengan baik.
 
Di seluruh alam ini, bukankah Anda senang bahwa Sang Pencipta, Raja yang Tertinggi yang memerintah? Bukankah Dia tahu pasti apa yang terjadi di semua sistem dan tahu ketika semua telah rusak dan perlu diperbaiki? Bukankah Dia tahu, apakah yang harus dipulihkan? Anda dan saya, kita semua.
 
Raja yang Mahakuasa, Pencipta segalanya, Tuhan atas hidup saya, ajarlah saya percaya di tengah semua kekacauan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: