• Meta

  • Arsip

  • April 2015
    M S S R K J S
    « Mar   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

MENGAPA HATI SAYA HARUS SIDIH. (RP: 8 APRIL 2015)

“Mengapa mukamu muram, walaupun engkau tidak sakit? Engkau tentu sedih hati. Lalu aku menjadi sangat takut” (Nehemia 2:2)
 
Pada saat musim dingin di tempat kami di Michigan, tampaknya selama beberapa minggu seolah-olah kami tidak bisa melihat matahari. Di danau efek salju terlihat, dan hari demi hari danau itu menjadi tampaknya suram. Jangan salah paham. Kami menyukai salju. Kami bermain ski atau sepatu salju, atau menaiki kereta salju. Namun menarik untuk melihat matahari pada saat itu. Inilah waktunya dalam satu tahun orang menderita SAD [singkatan yang tepat untuk Seasonal Affective Disorder (gangguan afektif musiman)], karena gejalahnya berupa perasaan menjadi lelah, depresi, sedih, dan lesu. Nama lain untuk kondisi ini adalah depresi musiman. Gejalah-gejalahnya biasanya terjadi pada waktu yang hampir sama setiap tahun, biasanya akhir musim gugur dan musim dingin, meskipun kadang-kadang terjadi selama musim semi dan awal musim panas.
 
Apakah yang menyebabkan kesedihan musiman ini? Ada yang mengatakan bahwa malam yang lebh pendek, mengakibatkan otak menghasilkan lebih sedikit beberapa hormon otak penting. Lainnya menunjukkan bahwa tingkat neurotransmitter yang disebut serotonin mungkin dalam pasokan yang lebih sedikit. Padahal itu adalah sebuah substansi yang kuat, hormon yang membuat Anda merasa baik dan tenang. Namun teori lain menunjukkan bahwa reseptor cahaya mata berada pada tingkat ketiga (selain batang atau kerucut) yang terhubung ke daerah khusus di otak tepatnya di atas saraf optik melintas, ini disebut inti suprachiasmatic (SCN). Data terbaru menunjukkan bahwa pusat SCN otak memengaruhi ritme sehari-hari melalui sistem hormon. Apa pun masalahnya, SAD adalah kenyataan.
 
Dokter sering menganjurkan agar menggunakan lampu terang untuk mengobati SAD. Namun, cahaya terang yang terbaik adalah di luar ruangan di bawah sinar matahari setiap hari. Karena pasokan sinar matahari sedikit, maka yang terbaik berikutnya adalah cahaya buatan, kualitas tidur, berolahraga penuh semangat, dan gizi yang baik, semuanya itu dapat membantu. Bila SAD cukup serius maka memerlukan pengobatan dan intervensi psikiatris. Untungnya, sebagian besar resiko SAD hilang seiring perubahan musim dan tidak menimbulkan resiko kesehatan yang serius.
 
Bagaimana dengan kesedihan rohani? Adakah dukacita yang sesuai dengan kehendak Allah yang benar-benar bisa  menjadi hal yang baik? Dalam pasal 7 di surat Paulus yang kedua kepada Jemaat Korintus, ia menjelaskan secara rinci bagaimana kita dapat bertumbuh oleh rasa sakit.
 
Tuhan, biarlah saya memiliki dukacita supraalami yang benar sekalipun, agar membawa saya kepada pertobatan, mengarahkan kepada keselamatan, dan tidak meninggalkan penyesalan! Itu adalah jenis kesedihan rohani yang saya butuhkan. Karena saya menyadari sekarang bahwa rasa sakit akan menghasilkan rasa keadilan saya, kerinduan, dan kepeduliaan saya terhadap orang lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: