• Meta

  • Arsip

  • April 2015
    M S S R K J S
    « Mar   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

SERINGKALI YANG SALAH, TAMPAKNYA SANGAT KUAT (RP: 06 APRIL 2015)

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melaiankan apa yang tidak kuhendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat” (Roma 7: 19)
 
Apakah hal yang salah namun tampaknya sering begitu kuat bagi Anda? Apakah Anda mengatakan “Ditto” atas kata-kata Paulus dalam Roma 7:19? Apakah Anda benar benar benar benar ingin berbuat baik tetapi justru diri Anda berulang kali melanggar janji, resolusi, dan tujuan Anda sendiri? Saya melakukannya juga. Mengecilkan hati, bukan? Baiklah, tarik napas yang dalam. Cheetah adalah predator yang sangat terampil. Hanya dalam tiga langkah, langsung dapat berlari dari kecepatan 0 sampai 64,5 km per jam, dan kecepatannya di atas 113 km per jam beberapa langkah kemudian. Untuk hal kecepatan itu, jantung dan sistem peredaran darah cheetah memiliki tugas yang besar dalam ukuran dan kekuatan. Bentuk tubuh yang memanjang, ramping dengan kepala kecil dan mata menonjol besar memberikan hambatan kecil bagi angin ketika berlari, dan menghasilkan penglihatan maksimal. Seluruh sistem otot disesuaikan untuk kecepatan yang dapat berubah dengan sangat tiba-tiba dalam langkah yang sangat panjang, hingga tiap langkah perdetik dalam kecepatan penuh. Dan karena pembalap perlu akselerasi yang baik, cheetah memiliki cakar seminon yang dapat ditarik pendek dan tumpul, seperti ladam pada sepatu lari. Bantalan pada kakinya jauh lebih keras dibandingkan pada jenis kucing lain, memberikan kontrol jauh lebih baik. Saya pikir Anda mendapatkan ide. Cheetah dirancang untuk pengejaran.
 
Sisi kelemahannya adalah cheetah bukanlah kucing agresif. Jauh lebih kecil dari singa dan macan tutul, cheetah tunduk kepada predator lainnya. Dengan kecepatan seperti itu cheetah cepat lelah, sehingga mengejar biasanya berlangsung hanya 20 sampai 40 detik. Jika itu lebih dari satu menit, mereka akan kehabisan napas. Hanya setengah perburuannya yang berhasil.
 
Pada poin ini saya dapat mendengar Anda berkata, “Hah? Apakah hubungan antara fakta tentang cheetah ini dengan saya  tidak melakukan apa yang ingin saya lakukan dan melakukan apa yang saya tidak ingin lakukan?” Seperti Paulus, kita telah minta Tuhan menolong kita mendapatkan hati yang baru, dan Dia telah memberikan kepada kita. Kita makin menjadi lebih murni dan suci, maka kita akan semakin lebih sensitif terhadap dosa yang masih mengintai di dalam kita. Namun faktanya bahwa kita masih berjuang, berarti kita telah diperbaharui. Hati yang belum lahir baru tidak dapat menolaknya. Meskipun Anda meleset, Anda bangkit dan berusaha lagi. Tetap mendengarkan hati nurani Anda dan menyerahkan kehendak Anda kepada Tuhan.
 
Tuhan, biarkan saya mendengarkan Engkau berkata lagi, “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna” (2 Korintus 12:9). Biarlah hidup saya mendemonstrasikan kenyataan itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: