• Meta

  • Arsip

  • April 2015
    M S S R K J S
    « Mar   Jan »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    2627282930  

DIA BERBICARA KEPADA SAYA DI MANA SAJA (04 APRIL 2015)

“Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya; hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam. Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar” (Mazmur 19: 2-4).
 
Ya, Tuhan berbicara kepada saya di mana saja. Lalu pertanyaan penting adalah: Apakah saya mendengarkan? Apakah saya merespons dengan cepat?
 
Saya ingat beberapa tahun yang lalu, saya ikut ambil bagian dalam arena balapan. Inti perlombaan itu adalah mengikuti instruksi dengan tepat. Pasangan saya, J. T., ia adalah sopir, dan saya navigator. Tentu saja kami mengikuti serangkaian instruksi sebagaimana yang diungkapkan kepada kami pada waktu itu, memutar, mengamati instruksi kecepatan, mematuhi petunjuk yang sering dikaburkan dalam satu kode. Tantangan terakhir adalah ujian waktu, mengendarai dengan berkelok-kelok mengikuti tanda kerucut yang terpangpang hingga di tempat parkir yang besar. Tim manakah yang dapat melaluinya dengan waktu terpendek tanpa menyentuh kerucut? Tampaknya cukup mudah. Kemudian kami mengetahuiu bahwa pengemudi akan ditutup matanya dan harus mengikuti instruksi navigator. Anda hanya bisa membayangkan kesenangan ketika sopir  dan navigator memiliki pemikiran yang berbeda tentang apa artinya kecepatan, belok kiri, beok lagi, kembali, belok kanan. Tampaknya lucu. Tak perlu dikatakan, banyak kerucut yang terlindas. Tim terbaik adalah tim di mana pengemudi dan navigator memiliki kepercayaan penuh satu sama lain, di mana komunikasi dua arah mengalir dengan cepat, dan peserta mengindahkan instruksi tanpa pertanyaan.
 
Allah berbicara kepada saya di mana  saja. Jika saya tidak mendengarkan, Dia bisa saja menghemat napas-Nya. Seolah-olah Dia tidak berbicara sama sekali. Tapi jika saya mendengarkan tapi tidak menanggapi langsung, tentu saja saya harus segera menanggapinya. “Ini adalah jalan , kamu harus melaluinya!” Ini rasanya tidak relevan setelah saya melakukan perjalanan 50 kaki atau setengah mil di jalan. Beberapa hal yang Dia katakana yang saya telah dengar adalah: “Inilah orang yang membutuhkan pertolongan!” “Oh tidak, kembali dan meminta maaf!” “Katakan padanya bahwa engkau dapat bertemu dengan dia  di kantor Anda sekarang.” “Ingatlah kucing merespons lebih baik dengan dibelai bukannya ditendang – ingat?” “Saudara Wison berada di  rumah sakit, mengapahkah engkau tidak pergi melawatnya?” “Tersenyum dan bertanyalah kepada pria tunawisma itu, apakah dia lapar?” Dan daftar ini semakin panjang lagi…, untuk menolong kita agar mengerti bahwa Allah berbicara kepada kita di mana saja.
 
Berbicaralah, Tuhan, karena saya mendengarkan. Diamkanlah kebisingan kota. Tenangkanlah keributan bisnis. Aturlah telinga saya untuk mendengar suara-Mu. Buatlah hatiku cepat untuk berespons.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: