• Meta

  • Arsip

  • Maret 2015
    M S S R K J S
    « Nov   Apr »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

MENYATAKAN PUJIAN BAGI PENCIPTA MEREKA (RP: 31 MARET 2015)

 “Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: ‘Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah pujian-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!’” (Wahyu 5: 13).
 
Dapatkah ayat ini mengartikan apa yang dinyatakannya? Setiap makhluk di surga? Dan di bumi? Dan di bawah bumi? Dan di laut? Dan semua yang ada di dalamnya? Bernyanyi? Sekali lagi perhatikanlah kata-kata yang menunjukkan bahwa ikan paus dan binatang laut, monyet, dan laba-laba, burung merak dan kolibri, bersama kita semua kan bernyanyi bersam. Semua orang bernyanyi dengan semua ciptaan-menyanyikan pujian, “Bagi Dia yang duduk di takhta dan bagi Anak Domba baginya pujian dan hormat dan kemuliaan dan kekuasaan, selama-lamanya!” Sungguh nyanyian yang menakjubkan. Saya ingin berada  disana menggabungkan suara saya dalam pujian. Namun apakah pengaturan untuk menakjubkan dari semua makhluk itu?
 
Di Pulau Patmos, Yohanes mendapat penglihatan. Dia melihat ruang takhta surga dengan Seorang yang duduk di atas takhta memegang sebuah gulungan dengan tujuh materai. Lalu terdengar suara, “Siapakah yang layak membuka gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya? (Wahyu 5:2). Yohanes mulai menangis karena tampaknya tidak ada yang layak. Tapi kemudian salah satu dari 24 tua-tua datang menghibur Yohanes dan berkata, “Jangan engaku menangis! Sesungguhnya, Singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan alkitab itu dan membuka ketujuh meterainya” (ayat 5). Yohanes memandang bahwa Domba melangkah ke takhta dan mengambil gulungan di mana empat makhluk dan 24 tua-tua yang berada di sekitar tahta tersungkur dan menyembah, kemudian  mengambil kecapi dan cawan  emas penuh dupa, selanjutnya menyanyikan sebuah lagu baru dengan kata-kata:”Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya: karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan dan bahasa dan kaum dan bangsa. Dan Engkau telah membuat mereka menjadi suatu kerajaan, dan menjadi imam-imam bagi Allah kami, dan mereka akan memerintah sebagai raja di bumi” (ayat 9,10). Selanjutnya malaikat yang tak terhitung mengelilingi takhta sambil bernyanyi, “Anak domba yang disembelih itu layak untuk menerima kuasa, dan kekayaan, dan hikmat, dan kekuatan , dan hormat, dan kemuliaan, dan puji-pujian!” (ayat 12). Akhirnya, sebagai puncak pujian, semua ciptaan yang bernyawa bergabung dengan paduan suara besar. “bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” (ayat 13). Yesus, Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia, dia memang layak.
 
Tuhan, saya merindukan perayaan surgawi yang besar, Kudus,kudus,kudus-lah Anak Domba yang disembelih amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: