• Meta

  • Arsip

  • Februari 2012
    M S S R K J S
    « Jan   Mar »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    26272829  

TANGGUNG JAWAB PELAYAN INJIL

Rasul Paulus menulis kepada Timotius, “Di hadapan Allah dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi pernyataan-Nya dan demi kerajaan-Nya: Beritakanlah Firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasehatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran”. (II Timotius 4:1,2)

Dengan mengetahui keterbatasan Timotius, dan sifatnya yang suka mengalah itu kemungkinan membuat ia menjauh sebagian dari pekerjaannya yang penting, Paulus menasihatinya supaya setia menegur dosa, dan bahkan menegur dengan tajam mereka yang bersalah atas kejahatan-kejahatan besar. Namun, ia harus melakukan hal ini” dengan segala kesabaran dan pengajaran”. Ia harus menyatakan kesabaran dan kasih Kristus, menerangkan dan menegaskan teguranya melalui kebenran Firman itu.

Membenci dan menegur dosa, dan pada waktu yang sama menunjukkan belas kasihan dan kelemahlembutan bagi orang berdosa, merupakan satu encapaian yang sulit. Kita harus waspada terhadap tindak kekerasan yang tidak pada tempatnya pada orang yang berbuat salah; tetapi kita juga harus berhati-hati jangan kehilangan pandangan terhadap keadaan berdosa yang keterlaluan. Ada perlunya menunjukkan kesabaran dan kasih yang serupa dengan Kristus untuk orang yang bersalah, tetapi ada juga bahayanya menunjukkan toleransi besar atas kesalahannya sehingga ia memandang dirinya sendiri sebagai orang yang tidak pantas di tegur, dan akan menolaknya sebagai yang tidak diperlukan dan tidak adil.

Beban Karena Jiwa-jiwa

Para pelayan Allah harus ada dalam persekutuan yang erat dengan Kristus, dan mengikuti teladan-Nya dalam segala perkara- dalam kesucian hidup, dalam penyangkalan diri, dalam kebajikan, dalam kerajinan, dalam ketekunan. Untuk memenangkan jiwa-jiwa kepada Allah harus menjadi pemikiran mereka yang nomor satu.

Adakah ini semangat dan minat yang begitu besar,kerinduan yang begitu besar, kerinduan yang begitu besar, untuk menyelamatkan satu orang? Jika ancaman kehilangan hidup akan membangkitkan suatu perasaan yang begitu besar di dalam hati manusia, tidakkah kehilangan jiwa akan membangkitkan kecemasan yang bahkan lebih dalam pada manusia yang mengaku sadar akan bahaya terpisah dari Kristus? Tidakkah para pelayan Allah akan menunjukkan semangat yang besar dalam bekerja guna keselamatan jiwa-jiwa swbagaimana yang ditunjukkan demi kehidupan orang yang terkubur dalam sebuah sumur?

Lapar Atas Roti Hidup

Seorang wanita yang saleh pernah berkata, “O sekiranya kita dapat mendengar Injil yang murni itu sebagaimana yang biasa dikotbahkan dari mimbar! Pendeta kita adalah seorang yang baik, tetapi ia tidak menyadari akan keperluan rohani orang banyak. Ia menyelimuti salib Golgota dengan bunga-bunga yang indah, yang menyembunyikan semua yang memalukan, menyembunyikan semua teguran. Jiwa saya lapar akan roti hidup itu. Alangkah menyegarkan bagi beratus-ratus jiwa yang miskin seperti saya, untuk mendengarkan sesuatu yang sederhana, jelas dan berdasarkan Kitab Suci, yang dapat memlihara hati kami!.

Pentingnya Pekerjaan Kristus

Jikalau para pekerja menyadari bagaimana dekatnya penduduk dunia akan diadukan ke hadapan kursi pengadilan, Allah, maka mereka akan bekerja dengan lebih sungguh-sungguh untuk membawa pria dan wanita kepada Kristus. Segera ujian akhir akan menimpa semua orang. Tinggal sedikit waktu lagi undangan rahmat dapat diberikan, “Barang siapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum” (Yohanes 7:37). Allah mengirim undangan Injil itu kepad orang dimana-mana. Hendaklah para utusan yang disuruh-Nya bekerja dengan harmonis, tidak mengenal lelah, supaya semua orang akan mengetahui bahwa mereka telah bersama-sama Yesus, dan belajar dari pada-Nya.

Hanya kuasa Ilahi saja yang dapat meluluhkan hati orang berdosa dan membawanya, sebagi orang yang menyesal, kepada Kristus. Tidak ada pembaharu atau guru besar, tidak juga Luther, Melanchthon, Wesley, ataupun Whitefield, yang dengan kekuatan dirinya sendiri dapat memperoleh jalan masuk ke dalam hati orang, atau dapat merampungkan hasil-hasil yang dicapai oleh orang-orang ini. Tetapi Allah berbicara melalui mereka. Orang yang merasakan pengaruh suatu kuasa yang unggul, dan dengan sukarela pasrah kepada kuasa itu. Dewasa ini mereka yang melupakan diri sendiri dan bergantung kepada Allah supaya sukses dalam pekerjaan menarik jiwa, akan beroleh kerja sama Ilahi, dan usaha mereka dengan kemuliaan akan nyata dalam keselamatn jiwa-jiwa.

Para pelayan Allah, dengan hati yang bercahaya, dengan kasih terhadap Kristus dan sesamamu manusia, berupaya membangkitkan mereka yang telah mati dalam pelanggaran dan dosa. Hendaklah permohonan dan amarahmu yang sungguh-sungguh menembusi hati nurani mereka. Hendaklah doamu yang tekun meluluhkan hati mereka, dan memuntun mereka dalam penyealan kepada Jurruselamat.

Pelayan Injil, Hlm. 25-29

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: