• Meta

  • Arsip

  • Januari 2012
    M S S R K J S
    « Des   Feb »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    293031  

KUDUSNYA PEKERJAAN ITU

Penginjil bertindak sebagai jurubicara Allah kepada orang banyak, baik dalam pikiran, perkataan maupun dalam perbuatan selaku wakil Allah. Ketika Musa dipiih menjadi juru kabar perjanjian itu, sabda yang diberikan kepadanya adalah “wakililah bangsa itu di hadapan Allah dan kau hadapkanlah perkara-perkara mereka kepada Allah” (Keluaran 18:19). Sekarang pun Allah memilih utusan-utusan-Nya sama seperti ketika Ia memilih Musa. Malanglah nasib orang yang merendahkan panggilannya yang kudus itu, atau mereka yang merendahkan ukuran yang telah diberikan kepadanya di dalam hidup dan pekerjaan yang ditugaskan Anak Allah.

Penugasan Kepada Yesaya
Sementara nabi itu mendengarkan, kemuliaan, kuasa dan keagungan Tuhan dibukakan kepadanya di dalam Khayal, dan di dalam terang penyataan ini, batinya yang cemar diperlihatkan dengan amat nyata. Perkataannya sendiri menyatakan kecemarannya. Di dalam kerendahan hati yang mendalam ia berseru, “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir….namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam” (Yesaya 6:5).

Kerendahan hati yang diperlihatkan Yesaya adalah kerendahan hati yang murni. Kepadanya telah ditunjukkan perbedaan yang amat mencolok anatara tabiat yang Ilaji, sehingga ia merasa sangat tidak layak dan berdaya. Bagaimanakah ia dapat berbicara kepada umat, untuk menyampaikan tuntutan Yahwe yang kudus itu?

Sementara hamba-hamba Tuhan menatap ke dalam bilik yang maha suci dengan mata iman, dan melihat pekerjaan Imam besar kita di dalam kaabah surgawi, mereka pun menyadari bahwa bibir mereka najis, dan sering mengatakan perkara yang sia-sia. Tetapi bilamana mereka bertindak seperti Yesaya , merendahkan hati mereka di hadapan Tuhan, maka tugas yang telah dilaksanakan dengan baik oleh nabi itu dapat juga mereka laksanakan dengan baik. Bibir mereka akan disentuh dengan bara api yang hidup yang diambil dari mezbah itu, dan mereka akan melupakan diri di dalam suasana kebesaran dan kuasa Allah dan kesedian-Nya untuk membantu mereka. Mereka akan menyadari kekudusan pekerjaan yang diserahkan kepada mereka , dan mereka akan membenci segala sesuatu yang membuat mereka merendahkan Dia yang telah mengirim Dia yang telah mengirim meeka untuk menyampaikan pekabaran-Nya.

Bara api yang hidup itu melambangkan kekudusan, sekaligus mewakili kuasa upaya hamba Allah yang sejati. Kepada orang-orang yang benar-benar menyerahkan diri, Tuhan akan meletakkan tangan-Nya ke atas bibir mereka,kata yang akan diucapkan ialah: Pergilah ke ladang tuaian. Aku akan senantiasa menyertai engkau.

Pelayan Injil, Hlm. 17-19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: