• Meta

  • Arsip

  • Desember 2010
    M S S R K J S
    « Nov   Apr »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Pemeliharaan Sabat Yang Seksama

Bapa semawi kita ingin agar melalui pemeliharaan hari Sabat manusia tetap mengenal diri-Nya. Ia rindu agar Sabat mengarahkan pemikiran kita kepada-Nya sebagai Allah yang benar dan hidup, dan agar melalui pengenalan akan Dia kita beroleh hidup dan kedamaian. – 6T 349 (1900).
Sepanjang minggu kita harus memikirkan tentang Sabat dan mengadakan persiapan untuk memeliharanya sesuai dengan hukum itu. Kita tidak hanya sekedar menghormati Sabat sebagai sesuatu yang bersifat hukum. Kita harus memahami hubungan kerohaniannya dengan semua transaksi kehidupan….
Apabila Sabat itu diingat sedimikian rupa, maka hal jasmaniah tidak akan dibiarkan untuk mengganggu hal yang rohaniah. Tidak ada tugas yang harus dilakukan selama enam hari bekerja itu ditinggalkan sampai hari Sabat. – 6T 353, 354 (1900).
Kebutuhan-kebutuhan hidup harus dipenuhi, orang sakit harus dirawat, kebutuhan-kebutuhan orang yang bekekurangan harus dipenuhi. Dia yang lalai meringankan penderitaan pada hari Sabat tidak akan dianggap tak bersalah. Hari perhentian Allah yang kudus diciptakan bagi manusia, dan perbuatan-perbuatan kebajikan sangat sesuai dengan maksudnya. Allah tidak menghendaki makhluk ciptaan-Nya menderita satu jam pun yang sebenarnya bisa diobati pada hari Sabat atau hari yang lain. DA 207 (1898).

PAZ Hlm. 56

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s