• Meta

  • Arsip

  • Desember 2010
    M S S R K J S
    « Nov   Apr »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

Harta Yang Terpendam

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamnya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.
Pada zaman dahulu adalah kebiasaan orang menyembunyikan hartanya di bawah tanah. Pencurian dan perampokan sering terjadi. Dan bilamana ada perubahan dalam pemerintahan, orang yang mempunyai harta yang banyak dapat dikenakan pajak yang tinggi.
Tetapi sering tempat persembunyian itu dilupakan; sipemilik mungkin meninggal dunia, masuk penjara dan pengasingan. Dalam zaman Kristus adalah biasa bila orang menemukan mata uang lama di dalam tanah yang terlantar, juga emas dan perak.
Seorang penyewa tanah untuk dikerjakan dan ketika lembu membajak tanah, harta yang terpendam tergali. Ketika orang ini menemuan harta itu, dia melihat bahwa dia akan mendapat untung. Ia menyembunyikan emas itu, dia kembali ke rumahnya dan menjual segala harta miliknya untuk membeli ladang yang berisi harta itu.
Perumpamaam ini menggambarkan nilai dari harta sorga dan usaha yang harus dibuat untuk mencarinya. Penemu harta di ladang itu rela menukarkan dengan segala harta miliknya, siap sedia untuk bekerja tanpa mengenal lelah, untuk mendapatkan harta yang tersembunyi. Demikianlah penemu harta sorga akan menganggap tidak ada pekerjaan yang terlalu berat atau pengorbanan yang terlalu mahal, untuk menemukan harta kebenaran itu.
Dalam perumpamaan ini ladang yang berisi harta menggambarkan Kitab Suci. Dan injil kebenaran adalah harta itu.

PTY Hlm. 69-70

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s